Rasulullahsaw. bersabda, "Bukanlah termasuk golongan dari kami, orang yang tidak mengerti hak-hak orang dewasa dan menyayangi anak-anak kecil." (HR. Muslim) Kedua, Mempersilakan Orang Dewasa Terlebih Dahulu. Islam sangat menganjurkan agar menghormati orang yang lebih dewasa. Karenanya kita dianjurkan untuk mempersilakan orang yang lebih Diantara bentuk menyayangi orang yang lebih muda adalah: Mencium anak-anak. Bahwasanya Rasulullah pernah mencium al-Hasan bin Ali sementara di sisi beliau ada al-'Aqra bin Habis at-Tamimi yang sedang duduk. Kemudian al-'Aqra berkata, "Sesungguhnya aku memiliki 10 anak namun aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka." Rasulullahbersabda, "Tidak termasuk golongan kami yang tidak menghormati generasi tua dan tidak menyayangi yang kecil." Dalam hal ini pihak orangtua lebih dahulu disebutkan, karena sebagai pendahulu mereka lebih berjasa. Merekalah yang pertama babat alas, atau menjadi pengawal amal. ู„ูŽูŠู’ุณูŽู…ูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ ุตูŽุบููŠู’ุฑูŽู†ูŽุง ูˆูŽูŠููˆูŽู‚ูู‘ุฑู’ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŽู†ูŽุง. "Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang yang dituakan diantara kami". (Hadits Shahih, Riwayat, At-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaami' no.5445). Vay Tiแปn Nhanh Chแป‰ Cแบงn Cmnd. ๏ปฟุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุจู† ุงู„ุนุงุต ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ู…ุฑููˆุนุงู‹ ู„ูŠุณ ู…ู†ุง ู…ู† ู„ู… ูŠูŽุฑุญู…ู’ ุตุบูŠุฑู†ุงุŒ ูˆูŠูŽุนุฑูู’ ุดูŽุฑูŽููŽ ูƒุจูŠุฑู†ุงยป. [ุตุญูŠุญ] - [ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุฃุญู…ุฏ] ุงู„ู…ุฒูŠู€ู€ุฏ ... Dari Abdullah bin 'Amru bin al-'ฤ€แนฃ -raแธiyallฤhu 'anhumฤ- secara marfลซ, "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil di antara kami dan tidak mengetahui kemuliaan orang tua di antara kami." Hadis sahih - Diriwayatkan oleh Tirmiลผi Uraian Bukan termasuk bagian dari golongan orang muslim yang berpegang dan komiten dengan Sunnah orang yang tidak menyayangi anak kecil dari kaum muslimin, berbuat baik kepadanya, dan bermain-main dengannya; juga orang yang tidak mengetahui penghormatan dan penghargaan yang pantas didapatkan oleh orang dewasa. Lafal "laisa minnฤ" tidak termasuk golongan kami bertujuan untuk mengancam dan memperingatkan. Jadi bukan berarti dia keluar dari agama Islam. Terjemahan Inggris Prancis Spanyol Turki Urdu Bosnia Rusia Bengali China Persia Tagalog Indian Sinhala Uyghur Kurdi Hausa Tampilkan Terjemahan Hadis Rasulullah menyatakan bahwa orang yg tak menyayangi orang yg lebih kecil & tak mengetahui hak orang yg lebih besar B tak tergolong umat Rasulullah. Sebab dlm hadis Riwayat Abu Dawud, disebutkan yg artinya Ibnu Sarh berkata Dari Nabi saw. ia bersabda Siapa yg tak menyayangi orang yg kecil di antara kami & tak mengetahui hak orang yg lebih besar di antara kami, maka ia bukan dr golongan kami.โ€ Dari hadis di atas, terang baha orang tersebut bukan kalangan kami, bermakna bukan tergolong umat nabi Muhammad Saw. Sehingga jawabannya ada pada opsi jawaban B. Hadis Rasulullah menyatakan bahwa orang yg tak menyayangi orang yg lebih kecil & tak mengetahui hak orang yg lebih besar โ€ฆ.PenjelasanKunci Jawaban a. dimasukkan ke neraka jahanam. b. tak tergolong umat Rasulullah. โœ… c. susah mempunyai saudara & mitra. d. kehidupannya akan sengsara terus. Penjelasan Maksud soal tidak menyayangi orang kecil, & tak mengetahui hak orang besar. Kata kunci hadis. Jawabannya adalah B. Pada mencar ilmu online kali ini, kata kuncinya ialah mereka yg tak sayang orang kecil, & tak mengetahui hak orang besar. Nah, hadis yg menyebutkan perihal hal tersebut ada di pada hadis Riwayat Abu Dawud. Di hadis tersebut, menyebutkan bahwa orang tersebut bukanlah kelompok kami. Yang mempunyai arti bukan tergolong / termasuk umat Rasulullah / nabi Muhammad makanya jawabannya ada pada pilihan B. Berikut ini yaitu hadis yg dimaksud oleh soal Sedangkan balasan A, C & D salah. Neraka jahanam, susah memiliki kerabat, & kehidupan nelangsa tak disebutkan di dlm hadis yg dimaksud oleh soal. Sehingga balasan A, C & pula D salah. Kunci Jawaban Hadis Rasulullah menyatakan bahwa orang yg tak menyayangi orang yg lebih kecil & tak memahami hak orang yg lebih besar B tak tergolong umat Rasulullah, alasannya dlm hadis Riwayat Abu Dawud diterangkan bahwa orang yg tak sayang orang kecil, & pula tak mengerti hak orang besar bukanlah golongan kami. Jawaban diverifikasi BENAR ๐Ÿ’ฏ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ โ€“ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง โ€“ ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ r ู‚ุงู„ ู„ูŠุณ ู…ู†ู‘ูŽุง ู…ู† ู„ู… ูŠูˆู‚ู‘ูุฑ ุงู„ูƒุจูŠุฑ, ูˆูŠุฑุญู… ุงู„ุตุบูŠุฑ, ูˆูŠุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆูŠู†ู‡ู‰ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑยป. [ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆุงุจู† ุญุจุงู† ููŠ ุตุญูŠุญู‡]. Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhai keduanya, dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, beliau berkata โ€œBukan termasuk dari kami [1] orang yang tidak menghormati yang lebih tua[2], dan tidak menyayangi yang lebih kecil [3], serta orang yang tidak memerintah pada kebaikan dan mencegah perbuatan munkarโ€. [HR Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya] [1].ุงYang dimaksud dengan sabdanya Bukan termasuk dari kamiโ€™, adalah bukan termasuk orang yang mengikuti jalan kami secara sempurna. [2]. Maksud dari perkataanya Orang yang tidak menghormati orang yang lebih tuaโ€™, yaitu tidak menunaikan haknya dengan memuliakan dan menghormati mereka. [3]. Arti dari sabdanya Tidak menyayangi yang lebih kecilโ€™, ialah berlaku lemah lembut kepada yang lebih kecil yaitu dengan membimbing dan mengajarinya, karena menghormati orang yang lebih besar, dan menyayangi orang yang lebih kecil, kemudian memerintahkan pada suatu kebaikan serta mencegah dari kejelekan termasuk sunnah para Nabi dan Rasul, sehingga barangsiapa yang enggan mengikuti petunjuk mereka maka mereka di katakan tidak termasuk meniti jalan para Nabi dan Rasul secara sempurna. Dan di dalam hadits ini menunjukkan atas keutamaan orang yang berbudi pekerti yang luhur seperti berakhlak yang mulia dan agung, serta adanya ancaman bagi yang berpaling dari itu semuanya. Imam At-Tirmidzy rahimahullah berkata ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽุนู’ุถู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ยป. ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ ุณูู†ูŽู‘ุชูู†ูŽุงุŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฏูŽุจูู†ูŽุง โ€œBerkata sebagian ulama bahwa makna sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam โ€œBukan termasuk golongankuโ€ adalah โ€œBukan termasuk sunnah kami, bukan termasuk adab kamiโ€ Sunan At Tirimidzy, 4/322 dan dalam riwayat lainya dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ ุตูŽุบููŠู’ุฑูŽู†ูŽุง ูˆูŽูŠูุฌูู„ู‘ูŽ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŽู†ูŽุง ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง โ€œBarangsiapa yang tidak menyayangi orang yang lebih muda di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih tua maka dia bukan termasuk golongan kami.โ€ [HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad]. Kedua hadits tersebut menunjukkan perintah untuk kita menjaga hak yang lebih tua yaitu menghormati orang yang lebih tua dan menjaga hak yang lebih muda daripada kita yaitu hak menyayanginya. Maka dari itu hendaklah kita berusaha untuk menjadikan akhlak mulia ini terpatri dalam diri kita. Dalam kesempatan yang lain beliau shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽุญู’ุฒูŽุญูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ููŽู„ู’ุชูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูŽู†ููŠูŽู‘ุชูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุฃู’ุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ูŠูุญูุจูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุคู’ุชูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู โ€œBarangsiapa yang senang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka hendaklah ajal menjemputnya sedang ia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, dan ia memperlakukan orang lain dengan sesuatu adab yang ia senang apabila dirinya diperlakukan demikianโ€ HR. Muslim, dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhu Apabila kita senang dihormati oleh orang yang lebih muda, maka hendaknya kita juga berusaha menghormati orang yang lebih tua. Demikian pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูู†ูŽู‘ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูŽ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃููƒูŽุจูู‘ุฑูŽ โ€œJibril shallallahu alaihi wasallam telah menyuruhku untuk mendahulukan orang-orang yang lebih tuaโ€ HR. Ahmad, dan dishahihkan Syeikh Al Albany dalam Silsilah Al Ahaadiits Ash Shahiihah, dengan keseluruhan sanad-sanadnya Keutamaan menghormati orang yang lebih tua juga tercantum dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ุฅูู†ูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุฅูุฌู’ู„ูŽุงู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅููƒู’ุฑูŽุงู…ูŽ ุฐููŠ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู โ€œSesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati orang muslim yang sudah tuaโ€ HR. Abu Dawud, dari Abu Musa Al Asyโ€™ary radhiyallahu anhu, dihasankan Syeikh Al Albany. Para pendahulu dan suri teladan kita dari kalangan salaf sangatlah memperhatikan adab yang satu ini, mereka begitu menghormati terhadap yang orang yang lebih tua meskipun umurnya hanya selisih satu hari atau satu malam. Berkata Samurah bin Jundub radhiyallahu anhu ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุบูู„ุงูŽู…ู‹ุง ููŽูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุญู’ููŽุธู ุนูŽู†ู’ู‡ู ููŽู…ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูู†ูู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ุงู‹ ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุณูŽู†ูู‘ ู…ูู†ูู‘ู‰ โ€œSungguh aku dahulu di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah seorang anak, dan aku telah menghafal hadist-hadist dari beliau, dan tidaklah menghalangiku untuk mengucapkannya kecuali karena disana ada orang-orang yang lebih tua daripada dirikuโ€ Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya Malik bin Mighwal rahimahullah berkata ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽู…ู’ุดููŠู’ ู…ูŽุนูŽ ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู…ูุตูŽุฑูู‘ูู ุŒ ููŽุตูุฑู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุถู’ูŠูŽู‚ู ููŽุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽู†ููŠู’ ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠู’ ู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู…ูู†ูู‘ูŠู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ู’ุชููƒูŽ ยป โ€œDahulu aku berjalan bersama Thalhah bin Musharrif, sampailah kami ke sebuah jalan sempit, maka beliaupun mendahuluiku, seraya berkata kepadaku Seandainya aku mengetahui bahwa engkau lebih tua satu hari daripada aku niscaya aku tidak akan mendahuluimuโ€ Diriwayatkan oleh Al-Khathiib Al Baghdaady dalam Al Jaamiโ€™ li Akhlaaqi Ar Raawii wa Aadaabi As Saamiโ€™, no 249 Yaโ€™qub bin Sufyan rahimahullah bercerita ุจูŽู„ูŽุบูŽู†ููŠู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ููŠู‹ู‘ุง ุงุจู’ู†ูŽูŠู’ ุตูŽุงู„ูุญู ูƒูŽุงู†ูŽุง ุชูŽูˆู’ุฃูŽู…ูŽูŠู’ู†ูุŒ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุนูŽู„ููŠูู‘ ุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุฑูŽ ู‚ูŽุทู’ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ู…ูŽุนูŽ ุนูŽู„ููŠูู‘ ูููŠู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุนูŽู„ููŠูŒู‘ ุฏููˆู’ู†ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ุฅูุฐูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุง ูููŠู’ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู โ€œTelah sampai kepadaku kabar bahwa Al Hasan dan Ali, anaknya Shalih, adalah dua anak yang kembar; Al Hasan lahir sebelum Ali. Tidaklah Al Hasan dan Ali duduk bersama di sebuah majelis kecuali Ali duduk lebih rendah daripada Al Hasan; dan tidaklah Ali berbicara ketika Al Hasan berbicara apabila keduanya berada dalam satu majelisโ€ Diriwayatkan oleh Al-Khathiib Al Baghdaady dalam Al Jaamiโ€™ li Akhlaaqi Ar Raawii wa Aadaabi As Saamiโ€™, no 252 Diantara contoh adab yang patut diamalkan terhadap orang yang lebih tua 1. Menempatkannya di tempat yang layak ketika di sebuah majelis. 2. Tidak terlalu banyak guyon kepadanya.. 3. Menyambut kedatangannya dengan ucapan yang baik. 4. Berusaha tidak duduk di tempat yang lebih tinggi daripada tempat duduknya. 5. Tidak menyelonjorkan kaki di hadapannya. 6. Mendengarkan apabila beliau sedang berbicara. 7. Tidak memotong ucapannya ketika sedang berbicara. 8. Memanggilnya dengan panggilan yang terhormat yang sesuai dengan kedudukan beliau seperti bapak, ustadz, dokter, professor, mas, mbah dan lain-lain. 9. Mendahulukannya ketika makan, minum dan lain-lain. dahulu mengucap salam, menyapa, dan berjabat tangan. Dan hendaklah seorang muslim memiliki perhatian dengan adab ini, dan tidak meremehkannya. Dan hendaknya ia menyadari bahwa orang yang menghormati orang lain terutama orang yang lebih tua darinya, maka pada dasarnya ia menghormati dirinya sendiri; dan orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua maka sebenarnya ia telah merendahkan harga diri sendiri, dan ditakutkan iapun tidak dihormati. Wallahul Muwaffiq. Januari 15, 2016 2,775 Views dok. alibrah/bersama kodim 0817 gresik Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ ุตูŽุบููŠู’ุฑูŽู†ูŽุง ูˆูŽูŠููˆูŽู‚ู‘ูุฑู’ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŽู†ูŽุง โ€œBukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang yang dituakan diantara kamiโ€. Hadits Shahih, Riwayat, At-Tirmidzi, Lihat Shahiihul jaamiโ€™ Hadits tersebut menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap kepada orang lain sesuai dengan usia atau kedudukan yang dimilikinya. Disebutkan dalam hadits tersebut perintah untuk menyayangi anak-anak kecil dan memuliakan orang yang lebih tua maupun lebih besar kedudukannya. Demikianlah sikap seorang muslim yg mengikuti sunnah Rasulullah . Adapun ucapan beliau โ€œbukan dari golongan kamiโ€ maksudnya adalah โ€œorang tersebut tidak mengikuti sunnah kami yakni sunnah Rasulullah dan para sahabatnya .โ€ Dengan kata lain, barangsiapa tidak menyayangi anak kecil dan tidak memuliakan orang yg lebih tua ataupun dituakan, maka dia telah menyelisihi sunnah Rasulullah. Adapun cara Rasulullah memperlakukan anak-anak atau anak kecil. Inilah 6 Sunah Rasulullah Menyayangi Anak. Rasul senang bermain-main menghibur dengan anak-anak dan Rasul pun tak jarang memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah dan lain-lain dari putra-putra pamanya Al-Abbas RA. untuk berbaris lalu berkata, โ€œSiapa yang lebih dulu sampai kepadaku akan kuberi sesuatu hadiah.โ€ Mereka pun berlomba-lomba menuju Rasul, kemudian duduk di pangkuan Beliau, lalu Rasul memeluk mereka dan menciuminya. Al-Aqraa bin Harits melihat nabi Muhammad Saw. mencium Al-Hasan ra. lalu berkata,โ€Wahai Rasulullah, aku belum pernah mencium mereka.โ€ Rasul bersabda โ€œAku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki kasih sayang ,niscaya dia tidak akan di sayangi.โ€ Seorang anak kecil dibawa kepada Rasul,supaya dimohonkan berkah dan diberi nama, lalu anak itu dipangku oleh Beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata,โ€ Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah sampai dia selesai dulu kencingnya.โ€ Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian berbisik kepada orangtuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka anak-anak telah pergi Beliau mencuci sendiri kain yang terkena kencing tadi. Nabi Muhammad melakukan sholat, sedangkan Umamah binti Zaenab diletakkan di leher Beliau. Di saat Beliau sujud, lalu diletakkanlah Umamah dan bila beliau bangun dari sujud, Umamah diletakkan lagi di leher Beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam. Rasululah pernah lama sekali bersujud dalam sholatnya, maka sahabat bertanya.โ€Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lama sekali bersujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau engkau sedang menerima wahyu. Rasul menjawab.โ€œTidak apa-apa saat itu aku ditunggangi oleh cucuku,maka aku tidak mau melepaskanya hingga dia puas.โ€ Anak itu adalah Al-Hasan atau Husein ra. Diriwayatkan pada suatu hari raya Rasul keluar rumah untuk melaksanakan sholat Id. Di tengah jalan tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada sseorang yg sedang duduk menyendiri dan menangis tersedu-sedu, bajunya compang-camping dan tidak bersandal pun Rasul menghampiri anak itu mengusap kepalanya dan mendekapnya di dada Beliau seraya bertanya.โ€Mengapa kau menangis, Nak?.โ€ Anak itu menjawab, โ€œAyahku mati dalam suatu pertempuran bersama nabiโ€. Lalu ibuku menikah lagi, lalu aku diusir untuk jauh dari rumah, sekarang aku takmempunyai baju dan makanan yang enak. Kemudian Rasul membimbingnya dan berkata, โ€œSukakah kamu bila aku menjadi bapakmu? Fatimah menjadi kakakmu? Aisyah menjadi ibumu? Ali sebagai pamanmu? Fatimah menjadi kakakmu? Hasan Husein menjadi saudaramu?โ€ Anak itu segera tahu, siapa orang yang berbicara di hadapannya, maka ia langsung menjawab, โ€œMengapa aku tak suka, ya Rasulullahโ€. Kemudian rasul membawa anak itu ke rumah beliau dan diberinya pakaian yang indah memandikanya, dan memberinya perhiasan yang indah-indah lalu mengajaknya makan. Kemudian anak itu kembali bermain keluar berrsama teman-temanya sambil tertawa dan kegirangan, melihat perubahan itu kawan-kawannya bertanya.โ€ Tadi kamu menangis, kenapa sekarang kamu bergembira, anak itu menjawab, โ€œTadi aku tidak mempunyai pakaian sekarang aku punya, tadi aku lapar sekarang aku kenyang. Tadi aku tidak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.

hadits menyayangi yang lebih kecil