SiasatVOC untuk memecah belah kekuatan rakyat Indonesia yaitu A. adu domba B. blokade C. tipu muslihat D. Gerilya 9. Perlawanan tentara Peta di Blitar dipimpin oleh . a. Bung Tomo b. Sudirman c. Supriyadi d. Soekarno 10. Pembuatan jalan raya Anyer - Panarukan yaitu pada pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal . A. Jansen B. J.P. Coen Politikadu domba atau politik pecah belah atau dalam bahasa Belanda disebut Devide et Impera adalah suatu upaya dari VOC untuk menguasai sebuah wilayah dengan menggunakan adu domba dalam sebuah sistem kerajaan. Upaya mengadu domba yaitu menggunakan kombinasi strategi politik, ekonomi dan militer yang bertujuan untuk mendapatkan serta menjaga wilayah kekuasaan dengan cara memecah belah SiasatVOC untuk memecah belah kekuatan rakyat Indonesia disebut. a. Gerilya b. siasat benteng c. adu senjata d. adu domba. 8. Pencetus Tanam Paksa adalah. a. Van Der Capellen b. J Tuliskan 3 cara Jepang menarik simpati rakyat Indonesia! 47. Sebutkan tokoh tiga serangkai pendiri Indische partij! Ujian Semester 2 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD / MI Kelas 5 ★ SD Kelas 5 / Ujian Semester 2 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD / MI Kelas 5 Untuk memecah belah kekuatan rakyat Indonesia, VOC melakukan siasat a. tipu muslihat b. Gerilya c. adu domba d. blokade Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Vay Tiền Nhanh Ggads. - VOC dibentuk pada 20 Maret 1602 dan merupakan perusahaan dagang milik Pemerintah Belanda. Selama menduduki Nusantara, VOC membuat banyak kebijakan di berbagai bidang. Mayoritas kebijakan tersebut hanyalah menguntungkan salah satu pihak, yakni VOC dan sangat merugikan rakyat Indonesia kala itu. Salah satunya adalah kebijakan di bidang politik. Tahukah kamu apa saja kebijakan-kebijakan VOC di bidang politik?Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, agar bisa mempertahankan daerah jajahannya, Belanda mengubah sistem birokrasi yang digunakan VOC. Saat Herman Willem Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda, ia melakukan sentralisasi pemerintahan serta melakukan pengawasan secara ketat kepada bawahannya. Berikut merupakan kebijakan-kebijakan VOC di bidang politik Penggunaan politik devide et impera atau politik adu domba Penggunaan politik ini membuat banyak orang berselisih, berkonflik bahkan berperang di antara Bangsa Indonesia. Salah satu alasannya karena adanya perebutan tahta serta kekuasaan. Baca juga Kebijakan-kebijakan VOC di Bidang Ekonomi Contoh keberhasilan VOC dalam menerapkan politik devide et impera ialah konflik perebutan takhta di Kerajaan Mataram. Konflik ini membuat posisi Belanda sangat diuntungkan, sedangkan posisi Kerajaan Mataram semakin melemah karena terbagi menjadi 4 kerajaan. Contoh lainnya ialah Perang Makassar. Dalam perang ini, VOC atau Belanda berhasil menaklukkan Kesultanan Gowa dan Kota Makassar. Karena VOC dibantu oleh Raja Bone dan Arung Palakka yang tengah berseteru dengan Sultan Hasanudin. Politik devide et impera mempermudah VOC dalam melakukan ekspansi wilayah kekuasaanya. Selain itu, melalui politik ini VOC atau Belanda bisa dengan mudah menyingkirkan pihak pribumi yang menentang kebijakannya. Kongsi dagang Belanda yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie VOC atau dapat disebut dengan “Perserikatan Maskapai Perdagangan Hindia Timur/Kongsi Dagang India Timur”. VOC sendiri secara resmi didirikan di Amsterdam. Adapun tujuan awal dibentuknya VOC ini antara lain untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antara sesama kelompok/kongsi pedagang Belanda yang telah ada, memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang negara lain. Tetapi tujuan awal VOC ini telah berubah, pada akhirnya VOC semakin serakah dan justru bernafsu untuk menguasai Nusantara yang kaya akan rempah-rempah ini. Tindakan intervensi politik terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara dan pemaksaan monopoli perdagangan mulai dilakukan. Politik devide et impera dan berbagai tipu daya juga dilaksanakan demi mendapatkan kekuasaan dan keuntungan sebesar-besarnya. Politik devide et impera atau politik adu domba adalah siasat atau kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan. Melalui devide et impera, pemerintah kolonial Belanda berhasil menguasai Nusantara dengan cara memecah belah kerajaan-kerajaan yang ada saat itu. Sebagai contoh, Mataram yang merupakan kerajaan kuat di Jawa akhirnya juga dapat dikendalikan secara penuh oleh VOC. Hal ini terjadi setelah dengan tipu muslihat VOC, Raja Pakubuwana II yang sedang dalam keadaan sakit keras dipaksa untuk menandatangani naskah penyerahan kekuasaan Kerajaan Mataram kepada VOC pada tahun 1749. Tidak hanya kerajaan-kerajaan di Jawa, kerajaan-kerajaan di luar Jawa berusaha ditaklukkan. Untuk memperkokoh kedudukannya di Indonesia bagian barat dan memperluas pengaruhnya di Sumatera, VOC berhasil menguasai Malaka setelah mengalahkan saingannya, Portugis pada tahun 1641. Berikutnya VOC berusaha meluaskan pengaruhnya ke Aceh. Kerajaan Makassar di bawah Sultan Hasanuddin yang tersohor di Indonesia bagian timur juga berhasil dikalahkan setelah terjadi Perjanjian Bongaya tahun 1667. Dari Makasar VOC juga berhasil memaksakan kontrak dan monopoli perdagangan dengan Raja Sulaiman dari Kalimantan Selatan. Sementara jauh sebelum itu yakni tahun 1605 VOC sudah berhasil mengusir Portugis dari Ambon. VOC menjadi berjaya setelah berhasil melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Kepulauan Maluku. Untuk mengendalikan pelaksanaan monopoli di kawasan ini dilaksanakan Pelayaran Hongi. Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah devide et impera. Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori IPS ★ Ujian Semester 2 Ilmu Pengetahuan Sosial IPS SD / MI Kelas 5Untuk memecah belah kekuatan rakyat Indonesia, VOC melakukan siasat… a. tipu muslihat b. Gerilya c. adu domba d. blokadePilih jawaban kamu A B C D E Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya PTS IPS Semester 2 Genap SD Kelas 6Berikut adalah negara-negara pemrakarsa Asean, kecuali . . . .A. MalaysiaB. FilipinaC. MyanmarD. SingapuraCara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal LainnyaPenilaian Harian 2 Bahasa Inggris SMP Kelas 9PTS IPS Semester 1 Ganjil SD Kelas 5IPS SMP Kelas IXPTS Bahasa Jawa Semester 2 Genap SD Kelas 3Penjaskes PJOK Bab 1-10 SMP Kelas 9Ulangan Harian Tema 3 Subtema 3 SD Kelas 5Bahasa Arab Bab 4 MI Kelas 5Ulangan PPKn Tema 7 SD Kelas 5PTS PAI SMP Kelas 9Peta - Geografi SMA Kelas 10 Ambisi untuk melakukan monopoli perdagangan dan menguasai berbagai daerah di Nusantara terus dilakukan oleh VOC. Di samping menguasai Malaka, VOC juga mulai mengincar Kepulauan Riau. Dengan politik memecah belah VOC mulai berhasil menanamkan pengaruhnya di Riau. Kerajaan-kerajaan kecil seperti Siak, Indragiri, Rokan, dan Kampar semakin terdesak oleh pemaksaan monopoli dan tindakan sewenang-wenang dari VOC. Oleh karena itu, beberapa kerajaaan mulai melancarkan perlawanan. Salah satu contoh perlawanan di Riau adalah perlawanan yang dilancarkan oleh Kerajaan Siak Sri Indrapura. Raja Siak Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah 1723 – 1744 memimpin rakyatnya untuk melawan VOC. Setelah berhasil merebut Johor kemudian ia membuat benteng pertahanan di Pulau pertahanan di Pulau Bintan ini pasukan Sultan Abdul Jalil mengirim pasukan di bawah komando Raja Lela Muda untuk menyerang Malaka. Uniknya dalam pertempuran ini Raja Lela Muda selalu mengikutsertakan puteranya yang bernama Raja Indra Pahlawan. Itulah sebabnya sejak remaja Raja Indra Pahlawan sudah memiliki kepandaian berperang. Sifaf bela negara/ tanah air sudah mulai tertanam pada diri Raja Indra suasana konfrontasi dengan VOC itu, Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah wafat. Sebagai gantinya diangkatlah puteranya yang bernama Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah 1746 -1760. Raja ini juga memiliki naluri seperti ayahandanya yang ingin selalu memerangi VOC di Malaka dan sebagai komandan perangnya adalah Raja Indra Pahlawan. Tahun 1751 berkobar perang melawan VOC. Sebagai strategi menghadapi serangan Raja Siak, VOC berusaha memutus jalur perdagangan menuju Siak. VOC mendirikan benteng pertahanan di sepanjang jalur yang menghubungkan Sungai Indragiri, Kampar, sampai Pulau Guntung yang berada di muara Sungai Siak. Kapal-kapal dagang yang akan menuju Siak ditahan oleh VOC. Hal ini merupakan pukulan bagi Siak. Oleh karena itu segera dipersiapkan kekuatan yang lebih besar untuk menyerang VOC. Sebagai pucuk pimpinan pasukan dipercayakan kembali kepada Raja Indra dan Panglima Besar Tengku Muhammad Ali. Dalam serangan ini diperkuat dengan kapal perang 'Harimau Buas' yang dilengkapi dengan lancang serta perlengkapan perang secukupnya. Terjadilah pertempuran sengit di Pulau Guntung 1752 – 1753.Ternyata benteng VOC di Pulau Guntung itu berlapis-lapis dan dilengkapi meriam-meriam besar. Dengan demikian pasukan Siak sulit menembus benteng pertahanan itu. Namun banyak pula jatuh korban dari VOC, sehingga VOC harus mendatangkan bantuan kekuatan termasuk juga orang-orang Cina. Pertempuran hampir berlangsung satu bulan. Sementara VOC terus mendatangkan bantuan. Melihat situasi yang demikian itu kedua panglima perang Siak menyerukan pasukannya untuk mundur kembali ke Siak. Sultan Siak bersama para panglima dan penasihat mengatur siasat bahwa VOC harus dilawan dengan tipu daya. Sultan diminta berpura-pura berdamai dengan cara memberikan hadiah kepada Belanda. Oleh karena itu, siasat ini dikenal dengan 'siasat hadiah sultan'. VOC setuju dengan ajakan damai ini. Perundingan damai diadakan di loji di Pulau Guntung. Pada saat perundingan baru mulai justru Sultan Siak dipaksa untuk tunduk kepada pemerintahah VOC. Sultan segera memberi kode pada anak buah dan segera menyergap dan membunuh orang-orang Belanda di loji itu. Loji segera dibakar dan rombongan Sultan Siak kembali ke Siak dengan membawa kemenangan, sekalipun belum berhasil mengenyahkan VOC dari Malaka. Siasat perang ini tidak terlepas dari jasa Raja Indra Pahlawan. Oleh karena itu, atas jasanya Raja Indra Pahlawan diangkat sebagai Panglima Besar Kesultanan Siak dengan gelar 'Panglima Perang Raja Indra Pahlawan Datuk Lima Puluh".sumberwikipediakatailmudiolah dari berbagai sumbernag

untuk memecah belah kekuatan rakyat indonesia voc melakukan siasat